FaduliNews.com,Halsel, obi kawasi senin/03/03/2025, Maluku Utara – Kebakaran hebat melanda Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, pada Sabtu (1/3/2025) dini hari sekitar pukul 01.00 WIT. Insiden ini menghanguskan 14 bangunan, termasuk toko sembako, warung makan, rumah kafe, panti pijat, gardu listrik, BRI Link, hingga gudang minyak BBM. Meskipun tidak ada korban jiwa, total kerugian diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.
Berdasarkan keterangan saksi mata, BD, kejadian bermula saat ia melihat asap hitam mengepul dari sebuah warung kue. Ia segera berteriak meminta bantuan warga untuk memadamkan api. Saksi lainnya, mengungkapkan bahwa api cepat membesar karena bangunan mayoritas terbuat dari bahan mudah terbakar seperti tripleks.
Upaya pemadaman awal dilakukan warga dengan alat seadanya, namun api terus berkobar. Salah seorang warga kemudian menghubungi perusahaan Harita untuk meminta bantuan.
Sekitar pukul 01.30 WIT, satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) tiba di lokasi. Selang 10 menit kemudian, tiga unit tambahan dari Harita Grup datang membantu pemadaman.
Pada pukul 01.40 WIT, dua unit water truck Harita Grup turut menyuplai air. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.20 WIT dengan bantuan tim pemadam dari Harita Grup, personel TNI-Polri, serta warga setempat.
Kapolres Halmahera Selatan dalam keterangannya menyebut dugaan awal kebakaran berasal dari korsleting listrik di warung kue. Namun, sejumlah warga mengungkapkan adanya kemungkinan lain yang lebih kompleks.untuk saat ini sesuai hasil Pantauan Tim di lapangan sekitar kejadian sudah di pasang garis polisi.
Beberapa sumber yang enggan disebutkan namanya menduga kebakaran ini berkaitan dengan penolakan relokasi ke ekovillage oleh sebagian masyarakat Kawasi. Dugaan ini memicu spekulasi bahwa insiden tersebut tidak murni akibat kecelakaan, melainkan ada unsur kesengajaan,kita bisa lihat Dari mobil pemadam perusahan yang dekat Dari pos merah Dan satu lagi,kenapa mereka tidak siram di bgian yang dekat mesin PLN disitu banyak BBM namun hanya fokus satu tempat saja? Maka kami menduga kebakaran ini pasti di sengaja.cetus Salah satu warga yang tak mau di sebutkan namanya
Warga dan para korban mendesak Polda Maluku Utara untuk melakukan investigasi lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran ini. Mereka khawatir jika insiden ini memiliki motif tersembunyi yang berhubungan dengan polemik relokasi warga ke ekovillage.
Tim Jurnalis Investigasi FadulNews.com telah turun langsung ke lokasi guna menggali lebih dalam fakta di lapangan. Sejauh ini, pihak pemerintah desa belum memberikan tanggapan resmi terkait peristiwa ini. Salah satu warga berharap gubernur Maluku utara SERLI- SARBIN Dan Bupati Halmahera Selatan, BASAM KASUBA,dan Wakil Bupati terpilih HELMI UMAR dapat segera turun tangan untuk melihat langsung kondisi para korban dan memberikan solusi atas tragedi ini.
Peristiwa kebakaran ini menimbulkan kerugian besar bagi warga Desa Kawasi. Meskipun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, spekulasi mengenai keterkaitan dengan polemik relokasi menambah dimensi lain dalam kasus ini.
Penting bagi pihak kepolisian dan pemerintah daerah untuk melakukan penyelidikan menyeluruh demi mengungkap kebenaran dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Tim FadulNews.com akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan memberikan laporan terbaru kepada publik.

Untuk catatan kebutuhan,masyarakat saat ini mereka berharap kepada pemerintah provinsi Dan Kabupaten Halmahera selatan,agar turun Tangan menyuarakan ke perusahan PT.HARITA GROUP bisa membantu memberikan bantuan tenaga listrtik untuk sementara membantu mereka,pasalnya saat ini mereka sedang menjalani bulan Suci Romadhan,(bulan puasa )sahur pada malam hari.
sementara wartawan Masih terus berupaya konfirmasih ke pihak perusahan PT.HARITA GROUP namun belum ada tanggapan resmi Terkait kebakaran di dekat pos merah.
(Tim Jurnalis Investigasi FadulNews.com)
















